Me..

Me..
Berinteraksi dengan sunyi...

Jumat, 11 Februari 2011

Aku tak akan berbagi..

Ijinkan aku menangis sendiri..
Ijinkan aku bersedih dengan kesedihanku sendiri, menangis sejadinya.. maaf jika perasaan ini terlalu rapuh, pun kalian akan tetap melihat senyumku senantiasa menghiasi wajah ini.. Tak akan kulibatkan kalian..

Ijinkan aku sakit sendiri..
Ijinkan aku merintih dengan rasa sakitku sendiri, diam menahan nyeri itu, makanya aku tak pernah mau ke dokter, tak mau akrab dengan obat, bahkan kusembunyikan dari kalian, sialnya terkadang Bapak sering menemukan obat2 yang kusembunyikan.. pun kalian akan tetap melihat tubuhku senantiasa nampak sehat.. Tak akan kurepotkan kalian..

Ijinkan aku marah sendiri..
Ijinkan aku menggerutu dengan emosiku sendiri, membating gelas piring hanya dalam anganku saja, pun kalian akan tetap melihatku baik-baik saja meski aku hanya diam.. Tak akan kumarahi kalian..

Tapi ijinkan aku berbagi bahagia bersama kalian, karena kalian adalah bagian dari kebahagiaan itu.. Bapak, Ibu, kakak-kakaku, adikku satu2nya, dan orang terkasihku tentunya..

Mungkin bagi kalian ini salah, egois sekali, aneh sekali, tapi inilah yang ingin kulakukan, biarlah kalian melihat segala yang terbaik dariku. Pada saatnya nanti aku pun akan pergi sendiri, siap tidak siap aku harus siap... ingin aku berkeluh kesah dengan orang yg paling kusayang.,. Ibu.. Ibu, kenapa jantungku jadi makin sering sakit?? Apalagi setiap aku menagis, nyeri itu semakin terasa Ibu.. Setiap aku sedikit kelelahan jatung ini berdetak lebih kencang bu.. Kenapa..?? Setiap malam aku berharap dapat tidur dengan nyenyak namun yang kudapati dada ini harus terasa sesak dahulu.. Ibu, aku tak ingin sakit sepertimu.. Tapi Ibu, aku tak akan mengatakan rasa ini secara nyata, cukup aku berdialog dengan hatiku saja Ibu..
Mungkin Ibu berfikir aku tak mau berbagi, itu salah, karena aku tetap berbagi.. tapi cukup kebahagian saja.. Sudah cukup, sudah terlalu sering aku merepotkan kalian, ijinkan aku mengubah tangis itu, khawatir itu, menjadi senyum suka cita...

... And I'm Guilty....

...another [ eF Be ] story..

Saya adalah tipikal orang yang senang bergaul dan memiliki banyak teman. Entah itu di dunia nyata ataupun di dunia maya. Seperti saat ini yang sedang boomingyaitu FB. Tapi,di FB pun, saya membatasi hanya untuk orang orang yang saya kenal secara pribadi, dan pernah bertatap muka dengan saya. Selebihnya., walaupun mutual friend nya banyak, pasti akan saya ignore.

Beberapa saat yang lalu, hampir setahun kira kira, saya mulai memberlakukan sistem grouping di frenlist dan membatasi siapa siapa saja yang bisa mengakses status dan aktivitas saya. Cara ini saya tempuh karena sejujurnya, kembali saya terbentur dengan sebuah masalah.

Saya tidak memungkiri, bahwa fungsi FB telah begitu memuaskan di berbagai sisi. Tapi tetap ada sisi negatif yang tidak dapat saya hindari. Di FB, saya kembali menemukan teman semasa sekolah mulai SD,SMP , SMA hingga Kuliah yang sekarang bertebaran di seantero jagat. Pun demikian dengan teman baru... Dan inilah sisi negatifnya.

Awalnya, saya mencoba berhusnudzon saat dia,sebuah potongan itu, meminta saya untuk menjadi teman di dunia maya. Dan kami berinteraksi sewajarnya. Tapi, beberapa bulan kemudian situasi ini menjadi bumerang bagi saya. Karena, beberapa bulan kemudian dia menyampaikan kata2 yang sungguh menyakitkan hati, tak pantas bagi seseorang yang mengaku sahabat untuk mengatakannya, yg justru menjadikan fitnah.. Pada awalnya hati ini masih mampu bertahan, namun makin lama hati ini makin sakit.. Dengan segenap pertimbangan, akhirnya saya putuskan untuk me-remove nya baik dari FB maufun list kehidupan saya.. Cukuplah menjadi potongan masalalu yang mewarnai perjalanan kehidupan saya..

Pernah pula saya memasang foto profil yang sedikit jelas memperlihatkan wajah. Tiba tiba seorang teman memuji ujung ujungnya mengungkapkan hal yang sedikit membuat saya (kembali) merasa tidak nyaman. Masalahnya, status teman saya sudah memiliki keluarga. Rasanya tidak pantas saja jika seorang laki laki atau pun perempuan, memuji orang lain diluar pasangannya. Dan jujur,, inilah yang selalu berusaha saya jaga agar saya tidak kebablasan. Saya tidak mau tindakan saya menyakiti siapapun. Apalagi saat ada orang lain di hidup mereka. Dan saya pun tak ingin menyakiti pasangan saya... Pasangan yang telah Alloh persiapkan, yang InsyaAlloh mampu menuntun diri ini menjadi lebih baik, yang dimana saya mendapat begitu banyak mandat dan amanah untuk menjaga hubungan ini..

Baiklah.......... Saya belajar dari pengalaman ini..
Jadi, akhirnya terhitung hari ini saya mulai mem-protect semua akses ke Account FB milik saya. Bahkan saya berencana menonaktifkan profil saya sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan.. Kecuali content notes yang selalu saya optimalkan, yang lainnya tidak ada lagi yang tersisa. Sepertinya, hanya Blog saja yang membuat saya Insya 4WI nyaman berinteraksi. Menterjemahkan segala "dialog hati.." Hingga tugas saya hanya tinggal mengoptimalkan nya saja. Semoga saya bisa... Ya Alloh, ijinkan hamba menata hati, menata kehidupan yang lebih baik, dengan tetap menjaga tali silaturahmi... Bismillah...

*Sebuah dialog hati...

Senin, 07 Februari 2011

Nikmatnya Rendah hati..

Bila bersikap rendah hati tetapi hati merasa sudah rendah hati, maka sesungguhnya kita sedang sombong, karena orang tawadhu tidak pernah merasa istimewa dengan ketawadhuannya.. Subhanalloh, susahnya 'menjaga hati'.. Ya Rahman, Ya Rohim..
Segala puja dan puji segalanya milik Alloh yang Maha Menatap dan Mendengar, Yang Mengangkat dan Merendahkan apa yang Ia kehendaki... Angkatlah derajat kami dengan ridhoMu...
Kita tentu ingin dihargai.. itu normal..Ingin dihormati.. itu normal..Ingin dipuji.. itu normal.. Namun menjadi tidak normal ketika kita diperbudak oleh keinginan untuk dihargai, dihormati, dan dipuji, Naudzubillah.... Karina, jadilah seperti pohon yang akarnya menghujam kedalam tanah maka kokohlah ia, tetapi pohon yg akarnya tak menyentuh tanah, jangankan dihempas angin, sisiram airpun goyah.. Maka yuuuk menanam diri dan hati ini di Bumi kerendahan hati.. Subhanalloh...
Alangkah indahnya jika kita mampu rendah hati dihadapan manusia, dan rendah diri dihadapan Alloh.. Kita tidak bisa memaksa orang lain selalu sesuai dgn keinginan kita, namun kita harus memaksa diri kita untuk menyikapi orang lain dengan sikap terbaik kita.. Subhanalloh.. (^.^) Belajar dengan mengamalkan.. Every single day was inspired me... Barokalloh..

*Sebuah dialog hati

Rabu, 26 Januari 2011

Wisata hati..

Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik dari pada menjaga lisan...

Aku memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yg lebih baik dari pada pakaian takwa...

Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik dari pada memberi nasihat baik...

Aku mencari segala bentuk rizqi, tapi tidak menemukan rizqi yang lebih baik dari pada sabar...

Aku mencari berbagai sandaran hati, namun aku tidak menemukan sandaran yang lebih baik dari pada kepada Alloh swt.

*Sebuah dialog hati...

Jumat, 21 Januari 2011

Tentang Doa...

Sahabatku yang baik, Doa mu belum dikabulkan olehNya?? Mungkin saja engkau belum siap menerimanya, atau engkau belum bersungguh-sungguh meminta padaNya.. Sabar saja, dan teruslah berdoa... Yang Maha Segala Maha hanya sedang menguji kesabaran dan kesungguhanmu.. Mungkin tidak sekarang, bisa saja nanti, esok , atau lusa.. Apapun itu.. Syukuri saja atas pengabulanNya.. ;-)
Sahabatku yang disayang Alloh... sudah siapkah kita menerima pengabulanNya?? Mungkinkah kita lantas lupa setelah Dia mengabulkan doa-doa kita.. Kita butuh, lalu meminta lagi padaNya??
Berapa banyak doa yang terhampar di hadapanNya? Tatkala keinginan menjadi prioritas?
Lalu, ketika hitungan waktu membuat nyata , mengapa pula harus ada keraguan? Lupakah engkau akan doa doa  itu? Inilah yang kau inginkan, wahai sahabatku...


Astaghfirulloh... Ampuni hambamu ini Ya Rabb..
Yang belum bisa bersungguh-sungguh dalam berdoa..
Yang seringkali lupa setelah Engkau mengabulkannya..
Yang belum istiqamah menyebut asma-Mu..
Malu aku dengan diri ini....
(Sahabatku adalah Aku...)








"Sebuah dialog hati..."
 

Kamis, 20 Januari 2011

Ketika aku marah..


Inilah yang aku harapkan untuk  engkau lakukan saat aku marah padamu....

   Jika aku marah padamu, atau kesal, paling jauh aku hanya akan masuk kamar, menyusupkan kepalaku ke balik bantal, dan mungkin sambil terisak-isak. Tapi kau jangan pergi, sayangku. Bujuklah diriku dengan kata-kata yang lembut. Duduklah di belakangku dan usap-usaplah punggungku atau lingkarkan tanganmu di bahuku. Aku mungkin akan menepiskan tanganmu. Aku mungkin akan diam saja selama beberapa waktu. Dan kau tak tahu lagi mesti melakukan apa. Tapi jangan putus asa. Sesungguhnya aku sedang menguji kesabaranmu, sebatas mana kau tetap memperhatikanku.

Jika kesabaranmu dan perhatianmu kurasa cukup, aku pasti bicara. Aku akan menangis di pangkuanmu dan bercerita kenapa aku marah. Aku akan meminta maaf kepadamu, kau pun mungkin begitu, dan aku akan semakin mencintaimu. Saat itulah kau boleh meminta apa saja dariku, dan aku pasti akan menuruti apa pun keinginanmu.

Tapi jika kau pergi, ke rumah temanmu atau ke warung kopi, aku akan tambah sedih. Apalagi jika kau meninggalkanku ke tempat yang tidak kuketahui, aku bisa curiga dan kian marah. Aku paham jika kau dibuat bingung dengan tingkah orang perempuan. Tapi cobalah untuk memenuhi harapanku ini suatu saat nanti, walaupun kau tak sepenuhnya mengerti. Terima kasih...Aku mencintaimu dan akan tetap begitu. Walau konflik pasti menghampiri kita, ketahuilah, dengan itulah cinta kita beranjak naik. 
You love me?? I love you more... (^.^)

Kamis, 13 Januari 2011

Dialog hati...

Manusia hidup dari hatinya. 
Manusia bertempat tinggal dihatinya. 
Hati adalah sebuah perjalanan panjang. 
Dimana manusia menyusurinya, 
menuju kepuasannya, 
kesejahteraannya, 
kebahagiannya, 
dan, Tuhannya....